Home » Tips For Trips » Hukum Qurban Idul Adha dengan Hewan yang Memiliki Kecacatan Tertentu
#Tips For Trips

Hukum Qurban Idul Adha dengan Hewan yang Memiliki Kecacatan Tertentu

Trips

Hari raya Idul Adha merupakan hari istimewa bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Terlebih dengan adanya ibadah penyembelihan dan pembagian hewan kurban sehingga banyak yang menunggu-nunggu momen ini. Hukum qurban Idul Adha adalah sunnah muakkadah bagi seluruh umat muslim yang sudah baligh dan mampu. Sunnah muakkadah sendiri artinya adalah sunnah yang mendekati wajib atau sangat dianjurkan.

 

Pemilihan hewan yang akan dikurbankan pun bukan sembarangan karena hewan haruslah sempurna dan terhindar dari 4 macam kecacatan diantaranya hewan jelas pincang, hewan jelas buta, hewan jelas sakit dan hewan terlalu kurus sampai tidak ada sum-sum tulang. Jika ada hewan demikian, maka ibadah kurbannya tidak sah karena memang ketentuannya adalah hewan harus sempurna. Namun di masyarakat sering juga ditemui ada kecacatan atau kekurangan lain pada hewan kurban.

 

Selain 4 jenis cacat tersebut, mungkin ada beberapa hewan yang juga didapati kekurangan. Hal ini bisa dihukumi menjadi makruh, bukan haram. Berikut ini beberapa jenis cacat atau kekurangan yang masih bisa dihukumi makruh:

 

  • Penyakit apapun yang nampak dari bagian menyusui dan bagian lainnya.
  • Aib yang ada di bagian menyusui hewan.
  • Bagian tanduk hewan pecah ataupun tidak ada tanduk sejak hewan lahir.
  • Gigi hewan tanggal atau ompong.
  • Bagian zakar atau testis dipotong.
  • Bagian telinga hewan terbelah baik secara melintang, membujur atau berlubang.
  • Ada bisul di tubuh hewan kurban.
  • Bagian pangkal tanduk patah.
  • Mata hewan tersebut dicungkil.
  • Hewan yang lemah.
  • Hewan dengan tulang retak, misalnya setelah jatuh atau lainnya.
  • Hewan yang rabun misalnya ketika siang hari bisa melihat dan malamnya kesulitan melihat.
  • Hewan bermata juling.
  • Hewan dengan pandangan mata lemah dan mata yang terus berair.
  • Hewan dengan cacat telinga kecil atau ujung telinga terpotong, sobek hingga terdapat lubang melingkar.
  • Hewan yang sejak lahir tidak bertanduk.
  • Hewan yang hidungnya terpotong atau tidak memiliki lidah.
  • Hewan yang tidak berekor baik sejak lahir atau karena terpotong.
  • Hewan yang berpenyakit linglung misalnya tidak mau merumput.
  • Hewan yang memiliki sakit gila.
  • Hewan yang memiliki bekas stempelan dari benda panas.

 

Pada dasarnya ada dua pendapat terkait beberapa kecacatan atau kekurangan tersebut dimana pendapat pertama menyatakan hewan tersebut tidak sah untuk dijadikan berkurban karena selain 4 jenis kecacatan, maka kecacatan lain pun memberikan pengaruh tidak syahnya kurban. Namun pendapat yang paling banyak dipakai adalah dengan hukum yang makruh dimana jika digunakan tidak menimbulkan dosa. Meski begitu, untuk berkurban sendiri ada baiknya memilih hewan yang gemuk, sehat serta sempurna mengingat keperluannya adalah sebagai ibadah. Dengan begitu, ibadah kurban bisa sah dan semakin bermakna lagi.